Ritual Maulid di Bayan

0
115
Ritual Maulid yang diadakan di Bayan, Lombok Utara.

LOMBOK UTARA – Maulid Adat di Bayan, Lombok Utara dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 22 – 23 Oktober 2021.

Pada hari pertama maulid adat dilaksanakan acara tunang gerantung (pengambilan gamelan mulud) di rumah adat Bayan Barat yang diambil atau dijemput oleh masyarakat adat Karang Bajo. Setelah gerantung (gamelan mulud) di ambil di kampung Bayan Barat, gamelan tersebut dibawa ke gubuk Karang Bajo untuk mengiringi prosesi penumbukan padi. Gamelan di diamkan di gubuk Karang Bajo sampai sore hari, setelah itu gamelan dibawa kembali ke kampung Bayan Barat dan didiamkan disana. Malamnya prosesi pembawaan tetunggul dari kampung Bayan Barat menuju masjid kuno dan diiringi oleh gamelan mulud.

Sesampainya di masjid kuno, tetunggul akan dipasang atau didirikan di 4 sudut masjid kuno. Perisean akan diiringin dengan suara gamelan mulud yang di letakan di depan masjid kuno. Setelah pemasangan tetunggul disitulah perisean akan dimulai. Perisean biasanya dilakukan sampai pagi oleh masyarakat yang berada di masjid kuno.

Hari kedua yaitu prosesi bisok menik ke sungai, bisok menik dilakukan oleh para wanita. Setelah beras tersebut dicuci dan dibawa kembali ke kampung (rumah adat) kemudian dimasak di dalam pedangan (dapur yg ada di kampung). Sebagai bahan untuk pembuatan nasi ancak.

puncak acara dari maulid adat yaitu peraja mulud. peraja mulud berjumlah 4 orang laki-laki namun 2 orangnya yang memakai sampur pink/orange sebagai peraja mulud nina (peremuan) dan dua orangnya lagi sebagai peraja mulud mama (laki-laki). Perja mulud di ambil dari gubuk pelabasari (anyar) Bayan timur, Bayan Barat, dan karang salah masing-masing satu orang perwakilan yang sudah di tentukan. keempat orang tersebut dikumpulkan di kampung Bayan Barat dan dirias disana kemudian setelah semuanya siap barulah proses praja mulud dimulai, kemudian setelah semuanya siap barulah proses praja mulud dimulai.

Peraja mulud akan berjalan dari kampung Bayan Barat menuju masjid kuno dan diiringi oleh para laki-laki yang membawa nasi ancak. kemudian setelah sampai di masjid kuno semua rombongan peraja mulud memasuki masjid kuno, dan memakan nasi ancak yang dibawa tadi di dalam masjid kuno.

Setelah prosesi praja mulud di dalam masjid kuno selesai semua rombongan praja mulud akan kembali lagi ke kampung Bayan Barat.