Limbah Menjadi Manfaat: Peran Mahasiswa KKN PMD UNRAM dalam Pemanfaatan Bonggol Jagung sebagai Pakan Ternak di Desa Sukadana

0
53

Lombok Utara. Kemarau sudah sering menjadi sebuah masalah bagi peternak di desa Sukadana, dikarenakan pasokan pakan ternak menipis akibat dari keringnya rumput-rumput maupun tanaman lain yang sering kali digunakan sebagai pakan ternak, mahasiswa KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram). Sebagai solusi untuk permasalahan ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan Pakan Ternak Alternatif di Desa Sukadana,Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Kamis (15/01/2026).
Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (Unram) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menggelar kegiatan pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai solusi pakan ternak alternatif di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 anggota kelompok peternak setempat dan menghadirkan narasumber ahli Raden Kertasasih S.pt dan Eka Siswanto A.md yang berkompeten di bidang peternakan dan pengolahan pakan.
Dalam materi bertajuk “Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Pakan Ternak Alternatif”, narasumber menekankan pentingnya peningkatan kemandirian peternak melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah namun belum dimaksimalkan. Bonggol jagung yang selama ini dianggap sebagai limbah dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pakan ternak bergizi melalui proses fermentasi, sehingga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial.

Selain menerima pemaparan materi, para peternak juga dilibatkan secara langsung dalam praktik pengolahan limbah bonggol jagung menjadi pakan ternak alternatif melalui metode silase. Pada sesi ini, peserta mempelajari tahapan pengolahan yang relatif sederhana, diawali dengan pencacahan bonggol jagung hingga berukuran kecil, kemudian dicampurkan dengan bahan pendukung berupa dedak halus sebagai sumber nutrisi tambahan, molase sebagai sumber gula untuk membantu proses fermentasi, serta larutan EM4 yang berfungsi sebagai aktivator mikroorganisme. Seluruh bahan diaduk hingga merata dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat untuk menciptakan kondisi anaerob, lalu difermentasi selama kurang lebih 14–21 hari. Pendekatan praktik ini mendapat respons positif dari para peternak karena dinilai mudah diterapkan dalam kegiatan peternakan sehari-hari, sekaligus mampu meningkatkan daya simpan dan kualitas pakan ternak.
Ketua Kelompok KKN PMD Universitas Mataram (Unram), Dheryl Maulana, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh potensi limbah bonggol jagung yang melimpah di Desa Sukadana namun belum dimanfaatkan secara maksimal. “Selama ini bonggol jagung hanya menjadi limbah dan tidak memiliki nilai tambah. Padahal, jika diolah dengan baik, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif. Melihat banyaknya peternak di desa ini, kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban ketika kemarau datang.” tuturnya pada Kamis (15/01/2026).
Edukasi berbasis praktik lapangan dinilai efektif dalam membantu peternak memahami manfaat penggunaan pakan ternak alternatif yang berasal dari limbah bonggol jagung. Melalui pendekatan langsung di lapangan, peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung proses pengolahan limbah menjadi pakan yang bernilai guna.

Pak Aris, selaku Ketua Dusun sekaligus ketua kelompok peternak, mengakui bahwa selama ini sebagian besar masyarakat masih terjebak pada pola pikir yang serba praktis dan instan. “Peternak kita maunya yang cepat dan mudah saja. Namun dengan adanya kegiatan ini, insyaAllah ke depannya masyarakat akan mulai memanfaatkan limbah yang selama ini terbuang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penggunaan pakan alternatif dari bonggol jagung mampu mengurangi kekhawatiran peternak ketika pasokan pakan utama terbatas, karena pakan tersebut dapat disimpan dalam waktu relatif lama dan tetap memiliki nilai nutrisi, sebagaimana telah dijelaskan dalam kegiatan edukasi tersebut.