Dokumentasi bersama setelah kegiatan sosialisasi pengelolaan pakan dan limbah ternak Di kantor Desa Janggawana

Desa Janggawana, Lombok Tengah — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) Desa Janggawana melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan pakan dan limbah ternak pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Kantor Desa Janggawana. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA ini diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya para peternak sapi, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha peternakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sosialisasi tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah yang memaparkan materi mengenai manajemen pakan ternak berbasis teknologi fermentasi hijauan atau silase. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa silase merupakan pakan hasil fermentasi bahan hijauan dan limbah pertanian seperti jerami padi, batang dan daun jagung, serta rumput lapangan yang diproses secara anaerob dengan bantuan mikroorganisme. Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan pakan, terutama pada musim kemarau, sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang melimpah di wilayah Lombok Tengah.

Penyampaian Materi langsung oleh Kepala Bidang produksi peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah

Lebih lanjut, pemateri menyampaikan bahwa penggunaan pakan fermentasi memiliki berbagai manfaat bagi ternak, di antaranya meningkatkan kandungan nutrisi dan daya cerna pakan, sehingga pertumbuhan dan pertambahan bobot badan sapi menjadi lebih optimal. Selain itu, pakan silase juga lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama, memiliki palatabilitas yang baik, serta mampu menekan biaya produksi karena mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang harganya cenderung fluktuatif. Dengan manajemen pakan yang tepat, kesehatan ternak juga dapat terjaga sehingga produktivitas peternakan meningkat.

Selain membahas pengelolaan pakan, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk kompos. Limbah ternak yang selama ini sering dianggap sebagai sumber pencemaran lingkungan, apabila diolah dengan baik melalui proses pengomposan, justru dapat menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat. Pupuk kompos dari limbah ternak mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, menyediakan unsur hara bagi tanaman, serta mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemanfaatan kompos ini juga membuka peluang tambahan nilai ekonomi bagi peternak, baik untuk digunakan sendiri maupun dipasarkan.

Untuk memperkuat pemahaman masyarakat, kegiatan sosialisasi ini dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan pakan fermentasi dan pengolahan limbah ternak yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Janggawana. Dalam praktik tersebut, peserta diajak untuk terlibat langsung mulai dari proses pencacahan bahan, pencampuran probiotik, hingga teknik penyimpanan yang benar agar fermentasi berjalan optimal dan menghasilkan pakan berkualitas. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama sesi praktik berlangsung.

Praktik langsung pembuatan pakan fermentasi (Silase) Di Kantor Desa Janggawana

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Mataram Desa Janggawana dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa, khususnya di bidang peternakan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Janggawana mampu menerapkan teknologi silase dan pengolahan limbah ternak secara mandiri, sehingga tercipta sistem peternakan yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan, serta berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan peternak dan pelestarian lingkungan.