Dalam Upaya mendorong pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram bekerja sama dengan kelompok tani menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar air kelapa, pada 8/8/2025 bertempat di Aula Kantor Desa Peresak, Batukliang.


Kegiatan ini diikuti oleh puluhan kader pertanian dan perwakilan dari kelompok tani yang antusias mempelajari cara memanfaatkan limbah air kelapa sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik cair.
“Air kelapa yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki kandungan kalium, gula dan
nutrisi yang sangat baik untuk tanaman. Dengan teknologi sederhana, air kelapa bisa diolah menjadi pupuk organic cair yang sangat bermanfaat,” ujar Zinal Abidin.


Dalam sesi pelatihan, peserta dibimbing secara langsung oleh Dendi Pranata dan Erit Maulidi,
mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram yang menjelaskan langkah-langkah pembuatan
POC dari air kelapa, antara lain: 1. Persiapan bahan utama seperti air kelapa, molase (tetes tebu) atau gula merah, EM4, dan limbah organik lainnya seperti kulit buah. 2. Proses fermentasi yang memakan waktu 7–14 hari. 3. Penyimpanan dan cara aplikasi POC ke tanaman , baik melalui penyemprotan daun maupun siraman ke tanah.


Peserta pelatihan juga diajak praktik langsung dalam proses pembuatan pupuk, sehingga
diharapkan mampu mengaplikasikannya secara mandiri di lahan masing-masing.
Salah satu peserta, Ajies, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu bahwa limbah seperti air kelapa bisa dijadikan pupuk alami. Selain murah, hasil tanam juga bisa lebih sehat.”

Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan starter kit bahan pembuatan POC serta modul panduan agar bisa melanjutkan praktik secara mandiri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan petani dapat lebih mandiri dalam menyediakan pupuk sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tanah melalui penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan.